Sekjend FPPAB Madina Angkat Bicara Perihal Tragedi PT. SMGP

Ali Rachman Nasution, SH (Sekjend FPPAB Madina)

(FPPAB MADINA) – Terkait Insiden yang menewaskan lima orang warga Desa Sibanggor, yang diduga akibat dari keracunan gas dari sumur panas bumi PT. SMGP, pada Senin (25/01/21). 

Hal tersebut membuat Sekjen Forum Pelestarian Pengembangan Adat dan Budaya (FPPAB) Mandailing Natal, Ali Rachman Nasution, SH angkat bicara.

“Berarti ada kesalahan tehnis itu yang pasti, jadi berkaitan dengan kejadian itu katakanlah ini musibah. Cuma perlu ada keseriusan dari pihak Perusahaan untuk mencari penyebabnya, karena dengan kejadian itu terjadi keresahan, ketakutan, suasana mencekam bagi kita semua utamanya bagi masyarakat yang ada di sana, ujar Rachman (25/01/21).

Kenapa dikatakan mencekam dan menakutkan lanjut beliau, sebab kita punya ke khawatiran apakah akan ada lagi kebocoran-kebocoran di tempat yang lain. Sementara lokasi PT. SMGP itu adalah di tengah pemukiman warga yang padat.

“Tentu dengan ke khawatiran seperti itu akan banyak ketakutan yang bakal muncul, apakah akan ada kebocoran lagi, justru itu diperlukan keseriusan, secepatnya orang-orang ahli atau tehnisi turun segera untuk mencegah hal ini tidak terjadi lagi, jika ini tidak secepatnya dituntaskan maka selamanya kita akan dibelenggu dengan ketakutan dan keresahan yang mencekam,” ungkapnya.

Rachman pun menambahkan, selama ini masyarakat Mandailing Natal bisa memberikan persetujuan toleransi terhadap perusahaan itu dalam mengelola gas bumi yang ada di Mandailing Natal ini.

“Ini kan karena adanya jaminan-jaminan tehnis yang bisa dipertanggungjawabkan yang tidak akan menimbulkan korban, nyawa manusia lebih berharga dari pada aset mereka yang ada di sana.”

“Sebab dari itu kita meminta untuk keseriusan mereka dan segera, jangan mereka buat ini seperti situasi yang main-main, kita tidak sepakat seperti itu, lebih bagus tutup saja pengoperasiannya, dan penyelidikan itu yang harus diutamakan sehingga pihak perusahaan bisa memberikan penjelasan yang bisa kita percayai lagi.”

“Sehingga kita tidak lagi memiliki ketakutan dikemudian hari, tentu kita tidak lupa mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, mudah-mudahan korban yang meninggal dunia Khusnul Khatimah, amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”

“Di sisi lain Pemerintah, siapapun pejabatnya di Mandailing Natal ini mereka harus punya kesepakatan sekaligus mendesak pihak perusahaan untuk melakukan penyelidikan, kalau perlu datangkan ahli, walaupun itu dari Luar Negeri, jangan hitung duit, sebab sudah menyangkut nyawa manusia. Kalau saya melihat ini sangatlah kelam, sudah sangat fatal,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, biasanya ketika pihak PT.SMGP melakukan kegiatan pengeboran atau semacamnya, mereka akan memberitahu kepada warga terlebih dahulu jauh hari sebelum aktivitas itu dilakukan, agar warga bisa berjaga-jaga dan dulu juga ada ahlinya ketika mereka melakukan kegiatan tersebut.

“Ternyata sekarang tidak ada ahlinya hanya pihak perusahaan dan bisa dikatakan diam-diam. Sekiranya diberitahukan kepada masyarakat, dan memang ahlinya yang melakukan kegiatan tersebut tidak akan terjadi kejadian fatal seperti ini.”

“Dan nyatanya tidak, tidak ada ahlinya kemudian tidak ada pemberitahuan. Dulu ada pengawasannya dan di awasi oleh pihak PT.SMGP dalam radius sekian kilometer untuk mencegah sebaran dari gas tersebut berbahaya atau tidak, dan semua itu tidak ada, berarti itu sudah kelalaian fatal, seperti ada unsur kesengajaan untuk mengorbankan orang lain,” pungkas Rachman Ali yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Madina. (Humas FPPAB – BMP)